9 Hal yang Harus Kamu Ketahui Tentang Budaya Jepang

9 Hal yang Harus Kamu Ketahui Tentang Budaya Jepang

9 Hal yang Harus Kamu Ketahui Tentang Budaya Jepang

Jepang merupakan salah satu negara yang menjadi impian banyak orang untuk dikunjungi. Negara yang dikenal bersama sebutan Negeri Sakura ini sesungguhnya lumayan terkenal di masyarakat dunia.

Perkembangan teknologi yang dimiliknya, menyebabkan Jepang mempunyai kekuatan tarik tersendiri. Namun, tahukah anda Jepang mempunyai budaya-budaya yang unik?

Di bawah ini beberapa budaya Jepang yang kemungkinan belum diketahui banyak orang layaknya yang sudah dilansir dari The Culture Trip berikut ini.

1. Omiyage lebih dari oleh-oleh
Omiyage kerap kali diterjemahkan sebagai suvenir di dalam bhs Inggris. Rupanya makna ‘omiyage’ lebih dari itu. Omiyage disimpulkan sebagai barang yang dibawa untuk teman, keluarga, dan rekan kerja sesudah berpergian. Biasanya omiyage berwujud makanan khas dari beragam tempat yang dikemas di dalam kotak berwarna cerah.

2. Natal sebagai liburan yang romantis
Jumlah umat Kristen di Jepang tidak banyak, hanya sekitar 2 prosen dari seluruh populasi Jepang. Oleh karena itu, Natal merupakan hari libur yang baru bagi rakyat Jepang. Kebanyakan orang di Jepang dapat merayakannya pada malam Natal dibanding hari Natal tersebut. Biasanya malam Natal dianggap sebagai malam kencan laiknya Hari Valentine. Masyarakat Jepang dapat muncul bersama pasangan untuk makan malam dan juga bertukar hadiah.

3. Isyarat berkenaan sepatu
Saat memasuki rumah seseorang umumnya kita dapat melepaskan sepatu. Namun, di Jepang tidak selamanya melakukannya. Tidak begitu mengerti kapan seseorang mesti kenakan dan melepasnya. Untuk itu, di banyak bangun layaknya kuil, restoran dapat tersedia papan atau tanda yang pertanda apakah sepatu selamanya dipakai atau dilepas.

Selain itu, terkecuali lantai dinaikkan di pintu masuk, itu berarti para tamu mesti melepaskan sepatu mereka di ambang pintu sebelum masuk ke di dalam dan ke permukaan yang ditinggikan.

4. Menghitamkan gigi
Dahulu, lazim bagi wanita Jepang untuk menghitamkan gigi. Hal ini dilakukan selama berabad-abad, dikenal sebagai ohaguro. Biasanya dilakukan kepada wanita yang sudah menikah dan geisha.

Selain dianggap menarik, praktek ini termasuk dipercaya mampu menopang memelihara gigi dari rusaknya dan masalah gigi lainnya. Wanita dapat mengoleskan beragam zat ke gigi mereka, layaknya campuran lilin gigi dan tinta, untuk memelihara penampilan hitam mereka.

5. Makan dan minum sambil berjalan tidak sopan
Saat berada di luar Jepang, kerap kali kita memandang seseorang menyantap camilan sambil berjalan. Namun, perihal ini dianggap tidak sopan kala berada di Jepang.

Makan atau minum sambil berjalan dipandang sebagai prilaku kelas rendah. Oleh karena itu, umumnya seseorang dapat diam berdiri, menyantapnya di samping mesin atau toko tempat belanja makanan tersebut.

6. Baseball benar-benar populer
Saat mendengar Jepang, olahraga yang tergambar yaitu sumo. Namun, rupanya baseball merupakan olahraga yang paling terkenal di Jepang. Olahraga baseball diperkenalkan selama Periode Meiji dan beroleh popularitas besar berkat Kedatangan Amerika yang besar di Jepang sesudah Perang Dunia II.

7. Posisi sumpit mempunyai arti
Jepang termasuk terkenal bersama sumpit sebagai alat untuk makan. Rupanya, posisi alat ini kala makan mempunyai makna tersendiri. Sangat penting untuk tidak pernah memasukkan sumpit ke di dalam makanan kala tidak tengah makan. Hal ini mampu disimpulkan sebagai pertanda tidak baik terkecuali melakukannya.

Selain itu, tabu bagi masyarakat Jepang share makanan bersama orang lain bersama mengimbuhkan sumpit. Oleh karena itu, kala inginkan share makanan, seseorang mampu gunakan sumpitnya untuk mengimbuhkan makanan ke orang lain.

8. Geisha pertama adalah seorang laki-laki
Geisha yang kala ini kita ketahui adalah perempuan. Namun, rupanya awal geisha adalah seorang laik-laik yang bertujuan untuk menghibur istana. Geisha beralih menjadi wanita pada akhir abada ke-18. Setelah itu geisha wanita jadi terkenal dan laki-laki jadi berkurang.

9. Menyeruput makanan adalah pujian
Dalam beberapa negara menyeruput makanan dinilai tidak sopan. Namun, berbeda bersama Jepang. Bagi masyarakat Jepang menyeruput makanan adalah pujian bagi juru masak. Hal itu dianggap sebagai pertanda terkecuali makanan berikut sedap

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*