Alasan TACB Usulkan Rumah panggung Bojongsari Sebagai Cagar Budaya

Alasan TACB Usulkan Rumah panggung Bojongsari Sebagai Cagar Budaya

uchitenglish – Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Depok merekomendasikan Rumah Panggung Bojongsari jadi objek cagar budaya. Saat ini hasil amatan terkait rekomendasi itu telah diserahkan ke Wali Kota Depok, Mohammad Idris.

Ketua TACB Kota Depok, Tri Wahyuning M. Irsyam berkata, pihaknya masih menunggu tindak lanjut dari Wali Kota Depok, Mohammad Idris atas rekomendasi Rumah Panggung Bojongsari.
“Kami sudah rekomendasikan Rumah Panggung Bojongsari untuk ditetapkan menjadi cagar budaya. Kami berharap bangunan yang direkomendasikan ini bisa ditetapkan sebagai cagar budaya,” ujar Tri dalam siaran pers yang diterima Republika, Senin (8/3).

Ia menambahkan, Rumah Panggung Bojongsari ditwarjkan menjadi cagar budaya dengan bebebrapa pertimbangan. Antara lain rumah itu mewakili masa gaya yang khas, tingkat keterancamannya tinggi, jenisnya sedikit atau langka, serta jumlahnya terbatas.

“Pertimbangan tersebut memiliki arti khusus bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, dan budaya. Rumah panggung ini bisa sebagai sarana pendidikan ilmu lingkungan, khususnya arsitektur vernakular dan pendidikan lokal kehidupan sosial budaya masyarakat masa lalu di Kota Depok,” jelasnya.

Tri mengutarakan, untuk diketahui , rumah panggung itu amat menarik sebab ada lumbung ataupun embung sebagai tempat menyimpan padi dari hasil pertanian yang lain.

“Dapur tersebut menggunakan tungku dan kayu bakar, serta terdapat ruang pangkeng untuk menyimpan bahan makanan,” pungkasnya.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*