Desa Tenganan Bali Penghasil Kain Tenun Gringsing Alami

Desa Tenganan Bali Penghasil Kain Tenun Gringsing Alami

uchitenglish – Pulau Dewata dikenal oleh para turis asing atau dalam negeri sebab keelokan alam serta adat. Hingga tidak heran bila Bali jadi destinasi no satu di Indonesia.

Di Desa Tenganan, yang ialah suatu desa adat di sisi timur pulau Bali sedia membuai turis sebab menjaga nilai- nilai adat yang diwariskan nenek moyang. Salah satunya terlihat dalam balutan kerajinan tenun tradisional kain Gringsing( Geringsing).

Geringsing ialah kain tenun ikat ganda yang sering dipakai buat bermacam seremoni adat Bali, sekaligus memiiliki nilai ekonomis tinggi sebab karakteristik corak, pewarnaannya masih alami serta cara pembuatannya memerlukan waktu yang tidak sebentar.

Ni Putu Nesya Agus Tini( 39) seseorang pengrajin setempat mengatakan, buat sehelai kain Gringsing dinilai berkisar antara Rp 300 ribu sampai puluhan juta. Tergantung kerumitan motif dan lamanya proses pengerjaan.

“Proses pembuatan kain Gringsing tenun ikat ganda ini bisa memakan waktu yang lama. Lima tahun juga ada tergantung keunikan motifnya ada Wayang Kebo, Wayang Putri, Cempaka, Pepare dan lainnya. Untuk warna merah berasal dari akar sunti Nusa Penida. Sedangkan warna kuning berasal dari minyak kemiri. Itu tadi yang buat harganya tinggi bisa puluhan juta kan,” ujar wanita asli Bali yang akrab dipanggil Ayu kepada Merdeka.com di Bali, Jumat (13/11).

Ayu menambahkan, penenun biasanya memintal sendiri kapas yang hendak dijadikan kain. Alhasil dapat dipastikan 100 persen asli terbuat oleh tangan pengrajin.

Tidak hanya itu, teknik pewarnaannya juga terhitung rumit. Khususnya warna kuning yang baru terlihat setelah diproses lebih dari satu bulan. Sementara warna merah bisa diproses lebih singkat.

“Ini kan tujuannya agar benar-benar menyerap sampai ke serat-seratnya. Makanya dijamin tidak akan luntur walau pakai bahan alami. Jadi, tetap bagus kan awet,” terangnya.

Oleh karena keistimewaannya, tutur Ayu, kain Gringsing sudah menjadi mangsa para turis dunia yang berencana berkunjung ke Desa Tenganan. Mengingat tingginya nilai seni yang direpresentasikan oleh kain tenun lokal Bali.

“Terutama dari Amerika, Australia, Belanda, dan beberapa negara di Eropa lainnya. Mereka biasanya bisa borong sampai 40 kain sekaligus untuk dibawah ke negaranya,” tukasnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*