Disbudpar Aceh Identifikasi Sejumlah Cagar Budaya di Kota Sabang

Disbudpar Aceh Identifikasi Sejumlah Cagar Budaya di Kota Sabang

Disbudpar Aceh Identifikasi Sejumlah Cagar Budaya di Kota Sabang

Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) berasal dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh melaksanakan identifikasi pada sejumlah cagar budaya yang tersedia di Kota Sabang. TACB menilai tersedia sekitar 23 web cagar budaya di sana untuk masuk di dalam saran penetapan situs.
“Penghujung tahun 2020 lalu, Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Provinsi Aceh sudah merekomendasikan sejumlah cagar budaya yang tersedia di Kota Sabang, sehingga terlindungi dan terjaga berasal dari kerusakan,” ujar Kepala Disbudpar Aceh, Jamaluddin, di dalam keterangannya, Jumat (8/1/2021).
Jamaluddin mengatakan, TACB yang tersedia di bawah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh menilai tersedia sekitar 23 web cagar budaya yang tersedia di Kota Sabang untuk masuk di dalam saran penetapan.
“Seperti kita ketahui, nyaris setiap sudut Kota Sabang terkandung banyak benda cagar budaya, baik peninggalan era silam hingga era peninggalan era penjajahan Jepang,” jelasnya.

Ia menyampaikan, berasal dari pendataan yang sudah dilakukan, tersedia 106 cagar budaya yang tersedia di Kota Sabang yang mesti dilindungi dan mesti untuk dirawat.
“Benda-benda selanjutnya miliki nilai perlu bagi sejarah Aceh pada era penjajahan Jepang umpama benteng, tersedia juga makam ulama dan sultan Aceh yang di Sabang,” kata Jamaluddin.
Ia menyebut, perihal selanjutnya menjadi perhatian tertentu Disbudpar Aceh, mengingat Kota Sabang merupakan keliru satu obyek destinasi wisata unggulan Aceh yang ramai dikunjungi oleh wisatawan nusantara dan mancanegara.
Evi Mayasari Kepala Bidang Sejarah dan Nilai Budaya Disbudpar Aceh menambahkan, tidak cuman Kota Sabang, TACB Aceh yang terbentuk sejak 2018 sudah merekomendasikan penetapan 14 web di Aceh Utara pada tahun 2019. Ia menyebut, hingga kini sudah tersedia 34 saran penetapan web yang sudah dilaksanakan oleh TACB Provinsi Aceh.
“Kita juga berupaya untuk kabupaten kota di Aceh sehingga bisa mendaftarkan cagar budaya atau situs-situs prioritas di tiap-tiap area ke dinas pariwisata atau kebudayaan, peranan kelestarian cagar budaya kabupaten kota,” sebut Evi.