Nguri-uri Budaya Jawa Lewat Workshop di Sanggar Jogja

Nguri-uri Budaya Jawa Lewat Workshop di Sanggar Jogja

Nguri-uri Budaya Jawa Lewat Workshop di Sanggar Jogja

Hidup di Jogja, tentu tak lepas bersama dengan segala aspek budaya. Di sedang situasi yang serba moder, Jogja tetap selalu hidup berdampingan bersama dengan budaya Jawa yang begitu kental. Namun, keliru satu bahaya yang mampu tiba-tiba mengancam kecuali tak dipelihara ialah budaya yang bakal tergerus zaman atau trend lain.
Hal itu ditangkap oleh pasangan suami istri di Jogja yang hidup berkesenian sekaligus mengembangkan sanggar. Lewat kesibukan workshop, mereka mengadakan kesibukan didalam rangka nguri-uri atau memelihara kebudayaan Jawa lewat tajuk kesibukan Jumat Wagen.
Meski baru terjadi sebanyak dua kali, tapi antusiasme peserta begitu besar. Mereka apalagi membatik bersama dengan begitu sungguh-sungguh dan menekuni tiap-tiap tahapan workshop berasal dari penyampaian materi hingga praktek bersama dengan baik.
Kinanti Sekar Rahina, mengatakan bahwa program ini terlahir berasal dari sebuah gagasan nguri-uri budaya. Program yang digagas lewat kolaborasi ini dimaksudkan bagi warga Jogja dan luga luar Jogja yang kebetulan bertandang ke lokasi ini untuk mengenal budaya.
“Kami menghendaki sekali menjaga tradisi bersama dengan mengakibatkan workshop agar warga Jogja dan penduduk lainnya. Kelas yang lalu mengenai jarikan, yang tadi mengenai mbatik. Kami menghendaki mengakibatkan program mengemas budaya yang tidak meninggalkan tradisi. Dipilihnya Jumat Wage tepat bersama dengan wetorn Sanggar Kinanti Sekar,” ungkap Kinanti Sekar terhadap Jumat (8/1/2020).

Sementara Bagas Arga Santosa terhitung mengamini target tersebut. Melihat situasi sementara ini di mana anak muda perlahan bergeser berasal dari kebudayaan lokal yang harusnya selalu mereka jaga mengakibatkan aksi ini diciptakan.
“Ketika aku melihat temen aku anak muda lebih tertarik bersama dengan budaya modern. Saya mikir kecuali tidak tersedia balancingnya, barangkali besok cucu aku nggak kenal budaya Jawa. Ini menolong untuk nguri-uri itu. Kami pilih untuk tetep menjaga agar anak-anak muda mengenai budaya Jawa,” kata Bagas.
Berawal berasal dari diskusi di sedang pandemi corona, mereka lantas tak berdiam diri, mencoba untuk selalu berkarya dan tak pasrah terhadap keadaan. Singkat cerita, diskusi bersama dengan partner kolaborasi mereka melahirkan program workshop yang bakal konsisten terjadi secara teratur bersama dengan tajuk Jumat Wagen.