Sambut Bulan Ramadhan, Ciamis Gelar Delapan Tradisi Budaya

uchitenglish – Kabupaten Ciamis berencana menggelar setidaknya delapan tradisi budaya untuk menyambut bulan suci Ramadhan. Pemerintah Bupati Ciamis melalui Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) memastikan warisan budaya tersebut tetap dilaksanakan.

Sambut Bulan Ramadhan, Ciamis Gelar Delapan Tradisi Budaya

Namun, berbeda dengan masa lalu, tradisi hanya dilaksanakan pada hakikatnya dan tidak menarik massa secara besar-besaran. Pasalnya, sejauh ini suasana pandemi COVID-19 masih ada.

Tradisi ini dimulai dua minggu atau sebelum bulan puasa. Jika tidak mengalami pandemi, tradisi ini dapat menarik wisatawan dari luar daerah dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

Tradisi tersebut adalah Mitapak di Bojongsalawe, Kabupaten Cimaragas. Tradisi Lansia di Ciomas, Kabupaten Panjalu. Misalnya di Cimaragas, Mupunjung di Baregbeg, Balaniska di Cikawung, Bojongmengger, Ngikis di Karangkamulyan, Cijeungjing. Kertabumi di situs Singaperbangsa Cisaga, Cijeungjing dan Merlawu di Ngikis.

“Hingga bulan suci Ramadhan, banyak tradisi yang masih eksis dan bahkan diterapkan selama pandemi COVID-19.” Erwan Darmawan, Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Siamis kepada detikcom, Rabu (31/3/2021).

Menurut Erwan, penerapan tradisional layanan ini belum digalakkan secara besar-besaran. Meski demikian, diharapkan acara tetap khidmat dan tidak menyimpang dari makna menyambut Ramadhan.

Ia menjelaskan: “Inilah kearifan lokal yang harus dilestarikan, sehingga harus dilaksanakan. Kalaupun ada poster yang mengumumkan bahwa kita akan melaksanakan kegiatan adat ini, itu hanya menunjukkan bahwa budaya tersebut tidak mati pada saat pandemi.”

Erwan pun meminta kepada panitia setempat untuk sekadar melakukan kegiatan adat ini. Tidak menimbulkan kerumunan ramai dan ikuti prosedur kesehatan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*