Tradisi Pacu Jawi Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Tak Benda

uchitenglish – Tradisi alek pacu Jawi yang diajukan pemerintah Kabupaten Tanah Datar kepada pemerintah pusat, bersama delapan tradisi lainnya di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), akhirnya ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak benda Indonesia 2020.

Tradisi Pacu Jawi Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi bersama dengan pemerintah kota se-Provinsi Sumatera Barat menyerahkan Sertifikat Pengukuhan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia kepada Richi Aprian, Wakil Dekan Tanah Datar pada Indonesia pada rapat koordinasi pemerintah provinsi. Hotel Kryad Bumi Minang Padang, Rabu (24/3/2021).

Richie mengatakan, Jumat (26/3/2021): ” Alhamdulillah adalah hasil kerja keras dan tekad semua pihak dan komunitas.”

Pengakuan ini, kata Richi, harus menjadi awal dan motivasi pemerintah bupati melalui dinas terkait dan penggiat pariwisata atau generasi muda agar bisa melahirkan inovasi dalam kemasan jerapah ini, agar lebih menarik dan menarik bagi daerah, daerah dan daerah. Turis domestik dan mancanegara.

Meski demikian, Richi menyatakan mengingat masih pandemi Covid-19, alek nagari Pacu Jawi maupun kegiatan wisata lainnya, termasuk kegiatan masyarakat, diharapkan tetap dibatasi dalam penerapan protokol kesehatan.

“Kesehatan masyarakat semakin memprihatinkan. Oleh karena itu, kami tidak berharap tanpa terkendala dengan rencana sanitasi, tidak akan ada ancaman penyebaran virus Covid-19 dalam banyak hal. Seperti beberapa waktu lalu, sekalipun Izin awal sudah dikeluarkan untuk Pacu Jawi, karena masyarakat menganggap penyebaran Covid-19 memiliki potensi yang cukup besar sehingga izin tersebut dibatalkan sementara dan acara selanjutnya dihentikan, ”jelas Richie.

Kemudian, Rich juga berharap agar seluruh lapisan masyarakat tetap menjaga komitmen dan disiplin dalam melaksanakan Prokes, sehingga dapat meminimalisir penyebaran Covid-19, sehingga Tanah Datar bisa lepas dari belenggu Covid-19.

Kemudian, Richi juga berharap dapat terus mengeksplorasi Tanah Datar yang kaya akan tradisi, adat istiadat, dan budaya, serta dapat memberikan saran-saran seperti Pacu Jawi untuk melestarikan adat budaya dan mnenjadi nilai tambah peningaktan ekonomi masyarakat.

Seperti kita ketahui bersama, selain Alek Pacu Jawi, Sumatera Barat memiliki beberapa tradisi lain yang ditetapkan sebagai cagar budaya, antara lain Basafa (Kabupaten Padang Pariaman), Marosok (Kabupaten Sijunjung), Uma (Kabupaten Mentawai), Tari Balanse Madam (Kota Padang), Pacu Itiak (Kota Payakumbuh), Mato (Provinsi Sumatera Barat) dan Baju Kurung Basiba (Provinsi Sumatera Barat).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*