Mengenal Tari Topeng Malangan: Sejarah & Makna Tari Topeng Malangan

uchitenglish – Tari Topeng Malangan merupakan salah satu seni tari tradisional yang ada di Malang Jawa Timur. Sekilas tarian ini mirip dengan Wayang Wong atau Wayang Orang.

Mengenal Tari Topeng Malangan: Sejarah & Makna Tari Topeng Malangan

Saat menari, para pemain memakai topeng. Mereka perlu menghidupkan karakter topeng tersebut agar mereka juga bisa melakukan gerakan-gerakan tarian.

Sejarah Tari Topeng Malangan

Dalam “Tari Topeng Malangan” sebagai publikasi lain dari Wisata Budaya Kota Malang, Melanie mengatakan bahwa Tari Topeng Malangan adalah ciptaan Airlangga, putra Darmawangsa Beguh dari Kerajaan Kediri.

Seni tari ini telah berkembang ke Kerajaan Singosari dan kemudian dipimpin oleh Ken Arok. Ia menggunakan tarian ini sebagai upacara adat. Cerita yang dibawakan didasarkan pada cerita Ramayana, Mahabharata dan Panji.

Selain digunakan dalam upacara adat, Tari Topeng Malangan sering ditampilkan pada upacara penghormatan kepada tamu penting pada acara resmi pemerintah. Selama ini tari Topeng Malangan masih digelar di Malang, Jawa Timur.

Setiap Senin Legi dalam penanggalan Jawa, tari topeng Malangan diadakan oleh Sanggar Asmorobangun di Malang, Jawa Timur. Tujuannya untuk menyembah para leluhur dan memberikan sesaji.

Seni tari ini terus dipertahankan untuk menjaga tradisi budaya Malang. Selain itu, sebagai wujud pesan salah satu ahli tari topeng Malangan, Mbah Karimun, tari topeng Malangan juga rutin ditampilkan.

Makna Tari Topeng Malangan

Menurut laporan dari situs Pusat Data Nasional Hak Kekayaan Intelektual di Indonesia, cerita yang sering dituturkan dalam “Tari Topeng Malangan” adalah cerita Panji.

Peran yang sering dimainkan antara lain Galuh Candrakirana, Raden Panji Inu Kertapati (Panji Asmarabangun), Dewi Ragil Kuning, Raden Gunungsari, dll.

Tari Topeng Malangan mengandung makna kehidupan dan kepribadian, terkadang kebahagiaan, kesedihan, tawa, rasa malu dan sebagainya. Makna karakter topeng yang digunakan dalam tarian ini terlihat jelas.

Selain ciri-ciri topeng, makna ini juga terlihat pada penggunaan warna topeng. Putih melambangkan kesucian, hijau melambangkan kehidupan, dan merah melambangkan hawa nafsu.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*