Pemkot Mojokerto Ajak Warga Dukung Budaya Majapahit Go Internasional

uchitenglish – Pemerintah Kota Mojokerto kembali mendukung perkembangan budaya dan seni melalui acara Swarna Warni yang diadakan di Alfresco Sunrise Mall. Pameran bertema “Spirit of Majapahit” ini digelar mulai 26 Maret hingga 4 April 2021. Seniman dari berbagai daerah mengikuti pameran tersebut.

Pemkot Mojokerto Ajak Warga Dukung Budaya Majapahit Go Internasional

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan pameran ini bertujuan untuk melestarikan karya seni bernilai tinggi Kerajaan Majapahit. Menurutnya, keturunan Majapahit harus bisa mendalami warisan budaya dan memperbanyak kesenian tersebut sesuai dengan kondisi saat ini, termasuk bidang seni rupa.

Wanita bernama Ning Ita itu mengatakan dalam keterangan tertulisnya, Rabu (3/2021).: “Warisan budaya Majapahit yang luar biasa telah menjadi semangat tersendiri, termasuk lima tahun saya menjabat yang mengusung ‘Spirit of Majapahit.”

Hal tersebut ia sampaikan saat membuka pameran pada Jumat (26/3). Ning Ita kali ini juga mengungkapkan bahwa warisan budaya Majapahit berdampak pada budaya Kota Mojokerto.

Ia berkata: “Kebesaran Majapahit mengilhami dan menguatkan saya dan menjadikan Mojokerto sebagai kota dengan warisan budaya yang lebih tinggi. Ini karena penggunaan Majapahit Warisan agung Majapahit telah muncul tidak hanya di tingkat daerah tetapi juga di tingkat nasional. tingkat dan bahkan tingkat internasional. ”

Oleh karena itu, pihaknya mengimbau seluruh dinas yang ada di kota Mojokerto dapat bekerja sama dengan baik untuk mencapai tujuan tersebut. Apalagi saat ini, Ning Ita menyampaikan bahwa Kota Mojokerto telah mengalami perubahan besar.

Salah satunya dengan adanya Dewan Kebudayaan Daerah (DKD) yang memberikan masukan terkait rencana pengembangan budaya kota Mojokerto.

Ia menyimpulkan: “Saya berharap pameran lukisan ini dapat menjadi media untuk bertukar pikiran dan saling menyemangati, sehingga potensi seniman Mojokerto dapat dikembangkan di masa depan dan semakin membanggakan Mojokerto.”

Sebagai referensi, hanya 26 seniman dari Mojokerto yang mengikuti pameran lukisan ini, namun seniman dari Jombang, Malang, Gresik, Sidoarjo, Jember, Surabaya dan Banyuwangi ikut berpartisipasi.

Usai pembukaan pameran, Ning Ita mengunjungi stand masing-masing seniman dan membuat 7 goresan di atas kanvas untuk dijadikan lukisan. Sebelum meninggalkan tempat pameran, Ning Ita juga melihat Sadikan Pard, seniman difabel asal Malang, sedang melukis dengan kaki.