Tantangan Mendidik Anak di Era Digital

Tantangan Mendidik Anak di Era Digital – Apakah Anda siap membimbing anak-anak di era digital dengan menjamurnya internet yang akses informasinya mudah? Apa cara yang paling tepat untuk mengendalikan jalan mereka di era baru ini?

Tantangan Mendidik Anak di Era Digital

Uchitenglish – Sebagai orang tua, Anda tentu memahami tanggung jawab Anda untuk mendidik anak-anak Anda, terutama dalam hal melindungi mereka dari apa yang tidak kita inginkan. Namun, ada beberapa tantangan yang mungkin dihadapi orang tua di seluruh dunia saat mereka memasuki era digital. Misalnya tentang pembelajaran online. di Era yang serba online kini pun kegemaran bermain Situs slot online  juga sering dimainkan anak – anak, dan itu juga perlu diawasi.

Baca Juga : Tips Belajar Listening untuk Remaja

Pembelajaran online menciptakan banyak tantangan baru bagi orang tua di berbagai kelas ekonomi, mulai dari ketersediaan akses internet hingga keterbatasan waktu yang dimiliki orang tua untuk menemani anaknya belajar online.

Apakah Anda mendidik mereka bersama dengan cara terbaik?

Studi menunjukkan bahwa cara mendidik anak yang positif (pengasuhan positif) berdampak terlalu besar pada perkembangan anak.

Perkembangan masalah terdiri dari beberapa aspek yang memegang kepentingan mutlak dalam pertumbuhannya sebagai individu.

Beberapa di antaranya mengurangi dampak pada perkembangan fisik dan emosional, hasil belajar, kepercayaan pada orang lain, kemampuan berkomunikasi, kecenderungan perilaku negatif pada masa remaja, dan kecenderungan perilaku yang mengarah pada kekerasan. Mengurangi.

Peran orang tua di era digital

  • Hubungan atau koneksi

Ikatan emosional yang stabil menjadi aspek utama. Hubungan positif antara orang tua dan anak merupakan kunci mutlak bagi perkembangan mereka, terutama ketika anak tumbuh ke tahap remaja.

Baca Juga : Tari Puspanjali, Tari Penyambutan Bali yang Sederhana & Anggun 

Di masa digital, hal ini keluar berasal dari kecenderungan untuk berbagi pengalaman secara terbuka sementara jalankan kegiatan online maupun offline. Menurut Global Kids Online, ketika seorang anak memiliki hubungan intim dengan orang tua, biasanya melibatkan pemberian pengertian ketika mengalami pengalaman yang tidak menyenangkan saat menggunakan Internet.

  • Kontrol perilaku

Berbicara kepada anak tentang tata cara mereka saat berselancar di dunia maya merupakan peran mutlak orang tua dan mengawasi aktivitas yang mereka lakukan saat mencari dan bertukar informasi di internet. Itu tidak dapat dipisahkan menjadi.

Apa cara yang tepat untuk memantau mereka? Setelah membangun ikatan, orang tua juga perlu memilih beberapa aturan yang harus diikuti anak-anak mereka saat menggunakan Internet. Ini termasuk kapan Anda menggunakan Internet, di mana Anda menggunakannya (di kamar Anda atau saat makan), bagaimana Anda mengelola privasi Anda, dan dengan siapa Anda berbagi informasi.

  • Menawarkan Privasi Luang

Saat memasuki masa remaja, orang tua perlu memberi ruang bagi anak untuk mengembangkan perasaan positif tentang dirinya dengan caranya sendiri.

Metode? Ini untuk mendengarkan apa yang mereka katakan tanpa membuat komentar negatif, untuk menambah kepercayaan diri dalam mengambil tanggung jawab mereka sendiri, atau memberi mereka peran dalam pengambilan keputusan keluarga. Dapat dilakukan dengan kombinasi.

Di era digital, ini bisa berarti menambah peluang bagi remaja untuk menghabiskan waktu mereka menggunakan Internet dan membantu mereka ketika mereka mengalami kesulitan.

  • Memodelkan perilaku yang baik

Sangat umum bagi anak-anak dan remaja untuk mengikuti perilaku orang tua mereka dan menerapkan norma-norma yang dipelajari dari apa yang mereka lihat di rumah. Anak-anak akan mengikuti tren ini karena mereka melihat orang tua mereka menghabiskan banyak waktu di Internet.

Apa yang dipikirkan anak-anak, terutama ketika mereka melihat orang tua mereka terlalu banyak berbagi informasi di media sosial? Adalah salah satu tanggung jawab setiap orang tua untuk menggunakan media sosial dan menghabiskan waktu dengan bijak di Internet, karena anak-anak biasanya tidak memiliki kesinambungan dengan informasi yang dibagikan orang tua mereka secara online.